Fahri Mengkritis Pedas Soal Penggeledahan Teroris

KoranHarian.Net, Fahri Mengkritis Pedas Soal Penggeledahan Teroris - Penggeledahan Densus 88 Polri di Kampus Universitas Riau (UNRI) mengenai penangkapan terduga teroris dikomentari oleh Fadli dan Fahri, Fahri memprotes keras polisi yang masuk ke daerah kampus dengan senjata tajam.

Fahri pun berkicau di akun Twitter-nya @Fahrihamzah "Pak @Jokowi, ini jangan dibiarkan, kalau senjata laras panjang sudah masuk kampus, kita telah kembali ke zaman batu! Mungkin bapak tidak pernah menjadi ativis, maka bapak biarkan kejadian ini, ini perang dengan mahasiswa!''.

Fahri berkomentar bahwa mimbar akademik telah dirusak oleh negara dengan aksi Densus 88, Wakil Ketua DPR ini menyebutkan dengan tegas bahwa kampus, rumah sakit, dan gedung parlemen adalah tempat yang tidak boleh adanya senjata. 'Apakah ada teroris bersenjata didalam kampus? kenapa tidak mengirim intel? kenapa tangkapnya tidak diluar kampus? atau apakah mereka membuat markas teroris di kantor manwa? kenapa senang menampakkan pasukan bersenjata ? ini Polri atau company?
#SaveKampus'.

Polri pun memberi tanggapan atas apa yang ucapkan Fahri, Langkah Densus 88 masuk ke kampus sudah mendasari dan sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP), 'Kasus teroris tidak sama dengan kasus lainnya, dan anggota juga sudah melihat benar adanya bom yang sudah siap.

3 Terduga teroris sudah diamankan dan bukti pun sudah disita yang berupa bahan peledak TATP, senapan angin, pedang, dan ada panah. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan bahwa teroris diringkus oleh Kampus UNRI dan berinisiatif untuk melakukan aksinya di gedung DPR dan DPRD.

Fahri pun kembali mengomentari bahwa informasi itu sebaiknya menjadi bahan konsultasi antara Polri dengan instansi atau pihak yang bersangkutan saja , karena menurutnya ancaman itu akan dinilai negatif oleh masyarakat,

Menurutnya tidak seharusnya diungkapkan rencana pengeboman gedung DPR dan DPRD karena yang perlu itu investigasi menyeluruh dari informasi yang didapat karena ancaman itu memang sudah sering didengar olehkarena itu jangan diungkap melainkan di investigasi.


No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.