Tersangka Baru Teroris Mojokerto Diamankan Densus 88

KoranHarian.Net, Tersangka Baru Teroris Mojokerto Diamankan Densus 88 - Kemarin 18 Mei 2018 menangkap kembali Teroris yang diduga bapak anak  berinisial S (52) L(27) di Surabaya yang tinggal di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kemlagi, Mojokerto.

Saat diselidiki tidak ada bom atau bahan peledak lainnya hanya ditemukan 28 buku terkait ajaran jihad dan barang bukti sementara diamankan. Selain barang bukti yang disita, polisi juga membawa istri Sutrisno dan Luffi ke Mapolsek Kemlagi untuk dimintanya keterangan.

S memiliki 4 anak, dan salah satu anak pertamanya yang berinisial L memiliki anak dibawah umur sekitar 3 tahun, warga sekitar mengatakan mereka tinggal di kawasan ini sekitar 9 tahun dan keduanya bekerja sebagai penjual mi ayam dan perusahaan sablon.

Sebelumnya pada 2011 memang sudah ada pengajian yang digelar mereka Sutrisno yang berperan sebagai Ketua Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) namun dibubarkan masyarakat dengan paksaan karena tidak inginnya ada radikal, 

Ali Imron masyarakat setempat memberikan informasi bahwa dulu sebelum S gabung dengan JAT, S pernah mencalonkan diri sebagau Kepala Desa akhir 1990 dan saat itu S masih berbisnis galian pasir namun usaha itu tidak berjalan karena tidak ada lagi tempat untuk menambang pasir dan pencalonan pun tidak berhasil.

Setelah kegagaglan itu S pun mulai didekati beberapa kelompok garis keras, yang memang aksinya selalu membawa keresahan karena sempat rumah S dijadikan tempat pengajian. 'Halaqoh yang diadakan dirumahnya itu rutin dalam sebulan sekitar dua kali yang beranggota belasan dan perempuan yang disana selalu memakai cadar'.

Sutrisno bersama Umi Rodiyah (istri), Sutrisno Lutfi Teguh Oktavianto (anak pertama), Sutrisno Ifa (menantu), serta anaknya L (3tahun), dan adiknya L berusia 9 tahun, sementara anaknya yang lain ada di pondok pesantren untuk menjalani pendidikan.

Kelompok yang mereka bangun selalu menyebut kalimat radikal kepada warga sekitar misalnya orang lain kafir, NKRI negara toghut, dan lainnya.

Selain itu satu teroris di Jombang yag diduga teroris bernama Nur Kholis (35) yang bekerja sebagai pedagang buah pisang, polisi juga menyita barang bukti yakni sembilan pedang dirumahnya, Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Ngoro.

Dalam kesehariannya setelah menjual pisang Nur pulang ke rumah orangtua istrinya (istrinya asal Bareng, Jombang). Polisi menyita barang bukti dirumah mertuanya Dusun Plemahan yakni 2 alat solder, 2 buku ajaran islam radikal, 4 ponsel serta batrainya, tablet, alquran mini, tas hitam dan pedang.


No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.