Kisah Bayu Penghadang Bomber Membuat Banyak Orang Haru

KoranHarian.Net Kisah Bayu Penghadang Bomber Membuat Banyak Orang Haru - Pada hari Minggu Aloysius Bayu Rendra Wardhana ingin atau yang akrab disapa Bayu yang sedang bertugas parkir gereja menghalangi kedua pengebom tersebut.

Dua pelaku uang berboncengan dengan sepeda motor itu menerobos langsung ke kawasang Gereja Santa Maria Tak Bercela dan sebelum aksi bunuh diri bom itu dilakukan Bayu berusaha mendorong bommer itu agar tidak masuk ke area gereja

Bom yang diledakkan adalah bom kimiawi yang memiliki daya ledak tinggi. Jenis bom sangat mudah dibuat dan sensitif karena tidak stabil kekuatan ledakannya pun sangat kuat sehingga kepala pelaku melayang sampai jauh sekitar 200 an meter dan banyak tumpahan darah dan cecerahan tubuh dirumah ibadah sehingga menyebabkan aroma darah yang di taburkan kopi agar tersamar aroma itu.


Sisanya hanya bisa menggekengkan kepala karena merasa tidak percaya dengan hal yang terjadi dan berdoa atas kejadian ini, sekelompok rombongan yang katanya dari group whatsapp Bhineka Surabaya rombongan organisasi Gusdur mengadakan perkumoulan ke Gereja Santa Maria dengan membawa seikat mawar merah putih. Tentu semua orang merasa tersentuh sedih dan terharu mendengar misa Romo Kurdo yang tegar dalam memaafkan. Sekelompok ini pun memeluk erat bunga yang sudah mereka bawa.  


Semua sudah diampuni
Tidak ada kebencian, semua sudah diampuni selain itu Romo juga menceritakan pertemuannya dengan keluarga korban yang tegar, tabah serta memaafkan semua berdoa menghormati korban dalam aksi teroris ini walaupun ada rasa kesal atau marah karena perilaku yang membunuh orang-orang tak bersalah.

Setelah misa, rombongan Gusdurian maju dan memanjatkan doa menurut agama Islam untuk Bayu dan lima korban lainnya. Zen koordinator Gusdurian Sidoarjo di hadapan jemaat beragama Katolik mengucapkan maaf atas apa yang terjadi mengatas namakan umat Islam dan  kata dukacita yang dirasakan secara mendalam, beberapa jemaat pun mengalirkan air mata yang deras dan berterimakasih dengan anak mudah yang terinspirasi oleh Gusdur.

Didalam gereja sungguh sangat terasa Indonesia yang bersatu dengan memegang Bhineka Tunggal Ika, wanita yang berhijap memeluk suster, jemaat, berusaha menghibur dengan besar hati. 

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.