Habib Rizieq Mendapat SP3 (Surat Perintah Perhentian Penyidikan) Kasus Penistaan Pancasila Karena Alasan

KoranHarian.NetHabib Rizieq Mendapat SP3 (Surat Perintah Perhentian Penyidikan) Kasus Penistaan Pancasila Karena Alasan - Surat perintah penghentian penyidikan (SP3) Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan penistaan Pancasila yang sempat di laporkan.

Kasus ini dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri yang akhir- akhir ini juga sempat kontroversial dengan kasus yang tidak jauh berbeda yaitu puisi nya yang menista agama dan diduga adanya barteran kasus sehingga keduanya tidak diproses lebih lanjut.

Namun Kuasa Hukum FPI ini Eggi Sudjana menegaskan semuanya diproses secara hukum (deal) dugaan kasus Rizieq dihentikan Sukmawati juga akan dihentikan, enggak begitu, Kata Eggi.

Eggi menegaskan kasus ini tidak berhubungan satu sama lain, jadi harapannya pihak kepolisian dapat mengusut kasus Sukmawati dengan profesional, jadi bila kasus Sukmawati ditindak atau diberhentikan semua diputuskan dari pertimbangan kepolisian.

Kasus Habib ini kalau kita terus- menerus meminta diadili, tapi hasil penyelidikan dan polisi pun tidak dapat menemukan bukti, dia juga berkonsekuensi menghentikan juga.

Semua sudah baik karena diproses sesuai hukum dan tidak ada tekan menekan, deal-dealan, semua jelas murni dari penegakan hukum.

Sudah ditegaskan juga oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto 'tak ada intervensi dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan penodaan Pancasila yang melibatkan Rizieq Shihab. SP3 adalah kewenangan mutlak penyidik semua murni dari hukum.

SP3 ini terbit sekitar dua pekan setelah pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni 212. Sejak itu kriminalisasi ulama menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan sekitar bulan Februari 2018 SP3 dikeluarkan, dan disampaikan ke penasihat hukum Pimpinan FPI.

Setyo menjelaskan SP3 dikeluarkan karena alasan penyidik tidak cukup bukti dalam menangani perkara itu. Karena jika dilanjutkan tidak memenuhi unsur-unsurnya sampai tuntas.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.