Gerakan Kaki Hanya Menahan Ayunan Agar Tidak Mental Balik

KoranHarian.Net, Gerakan Kaki Hanya Menahan Ayunan Agar Tidak Mental Balik - Pernyataan Jonathan yang hanya reflek melindungi anaknya dalam video yang viral di pertanyakan Psikolog Klinis Ratih Ibrahim, 

Sebetulnya tidak boleh menendang atau menyakiti anak orang lain jadi misalnya dia memang mengawasi anaknya dengan benar seharusnya dia sudah menarik anak perempuannya.

Apapun alasan Jonathan terhadap kasus ini, sentuhan fisik yang bersifat kekerasan tidak layak ditujukan kepada anak karena itu dapat menimbulkan trauma atau dampak negativ lainnya.

Jonathan menunjukkan sifat ketidakdewasaannya sebagai orangtua yang seharusnya bisa melindungi anak-anak , bukan hanya anaknya sendiri.

Apalagi semua orang yang melihat video tersebut juga mengetahi kejadian berlangsung saat anak tengah bermain.

Setiap orang tua memiliki kewajiban menjaga tiap anak ketika bermain, mencelakakan anak lain demi melindungi anak sendiri adalah alasan yang tidak dapat di klem atau diterima.

Karena orang tua memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan anak kita bersama anak-anak yang lain, jadi bukan hanya menjaga anak kita saja sedangkan anak orang lain di biarin saja sih itu nama nya tidak bertanggung jawab sebagai orang dewasa.

Atas kejadian ini tentu saja selain dampak fisik ,dampak psikis karena melihat kericuhan orang tua dan kemungkinan trauma akan menimpa dua bocah ini, orang tua menanam benih yang tidak benar kepada anak-anak. Disakiti oleh orang tua dengan sengaja akan berdampak trauma yang besar.

Jonathan menyatakan dia tidak menendang bocah seperti video yang tersebar. menurutnya dia hanya menggerakkan kaki untuk menahan ayunan supaya tidak kembali mengenai putrinya.

Gerakan tersebut dinilai banyak pihak sebagai tendangan apalagi tubuh bocah sampai berwarna merah.

Bagian kepolisian semalam mengundang kedua belah pihak Jonathan dan Dewi, mereka pun sudah berdamai namun proses hukum akan tetap dijalankan. Kedua belah pihak sudah menandatangani surat serta bersalaman tanda berdamai.

Proses hukum penyelidikan terhadap dugaan penganiayaan penyelidikan tetap berjalan.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.