PKS Sodorkan Aher Jadi Cawapres Prabowo

KoranHarian.NetGerindra dipersilakan PKS dalam mempertimbangkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang sering disapa Aher sebagai cawapres Prabowo Subianto yang akan dibahas dengan Majelis Syuro PKA sebelum diputuskan secara resmi.

Ketua DPP PKS Almuzammil Yusuf, Kamis 19 April 2018. memberi masukan 'Gerindra bebas dalam mempertimbangkan dan kaji dengan survei mereka.

Dari PKS kemenangan pilpres memang Kang Aher yang paling besar dukungan publiknya oleh karena itu harus ada pembicaraan lebih lanjut dengan Majelis Syuro PKS agar dapat diputuskan dari 9 nama menjadi 1'.

Aher memenangkan suara tertinggi serta dalam survei internal PKS dari 9 nama lainnya. Penentuan cawapres seharusnya segera dilaksanakan supaya waktu bersosialisasi lebih panjang.

Dari 9 capres atau cawapres PKS memang Kang Aher mendapat suara dukungan terbesar dari fungsionaris dan kader PKS, Penentuan cawapres Prabowo seharusnya lebih cepat dilakukan agar lebih baik dan memiliki waktu sosial cawapres lebih panjang.

Mardani Ketua DPP PKS menyatakan bahwasannya 9 kader layak mendampingi Prabowo yang ada dari internal partainya layak sebagai cawapres Prabowo dan akan dikerucutkan lewat musyawarah yang akan memutuskan siapa pendamping Prabowo nantinya.

Mardani mengatakan nama-nama memiliki keunggulan masing-masing  misalnya Gubernur Jawa Barat Ahmat Heryawan (Aher) yang memiliki basis massa di Jabar selain itu Mardani juga menyerbutkan eks Presiden PKS Anis Matta yang disebutnya kuat di luar Jawa.

'9 nama adalah Hasil dari pemilihan internal PKS suara terbanyak yang pertama adalah Pak Aher dan yang kedua saya (HNW), ketiga Pak Annis Matta, keempat Pak Irwan Prayitno, kelima Shohibul Iman, dan seterusnya,' kata Wakil Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membenarkan kesepakatan tertulis antara Gerindra dan PKS. Yang berisi posisi cawapres Prabowo S harus tokoh susulan PKS.

Suratnya yang berisi kesepakatan cawapres dari PKS atau di-endrose belum dilihat Fadli, 'nanti dudukkan, jika ada yang baru lagi duduk bersama lagi,'kata Fadli.

Namun surat itu tidak bertujuan mengikat satu sama lain, terutama mengenai posisi cawapres yang akan mendampingi Prabowo karena akan di bahas bersama dengan partai koalisi.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.