Bangganya Keluarga Waktu Istri Gus Dur Jadi Tokoh Paling Berpengaruh

KoranHarian.Net,  Bangganya Keluarga Waktu Istri Gus Dur Jadi Tokoh Paling Berpengaruh  - Istri presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, masuk daftar 100 Orang Paling Punya pengaruh di Dunia. Keluarga juga bangga serta mengapresiasi penghargaan yang didapatkan pada Sinta.

" Satu kebanggaan mengagumkan untuk kami anak-anaknya serta pastinya beberapa pengikut setia Gus Dur, kalau dunia mengaku ketokohan serta perjuangan Ibu kami. Beliau disandingkan begitu banyak tokoh di dunia. Dari mulai Presiden Prancis hingga Putra Mahkota Saudi, " kata putri pertama Gus Dur, Yenny Wahid, Sabtu (21/4/2018).

Menurut Yenny, penghargaan pada Sinta sempat juga didapat dari koran The New York Times. Tetapi Sinta tidak dipengaruhi dari penghargaan yang didapatnya itu. Sinta tetap jadi pribadi yang rendah hati walau memperoleh banyak penghargaan dari dalam ataupun luar negeri.

Penghargaan ini bukanlah yang pertama didapat Ibu. Th. lantas beliau dinobatkan jadi 1 dari 11 wanita paling punya pengaruh didunia oleh Koran bergengsi The New York Times. Diluar itu banyak sekali lagi penghargaan yang lain Beliau terima dari institusi luar negeri ataupun dalam negeri, " katanya.

Tetapi setahu Yenny, Beliau tidaklah terlalu dipengaruhi atas pujian orang terhadapnya. Dinobatkan jadi 100 orang paling punya pengaruh di dunia oleh majalah TIME akan tidak merubah sikap Ibu yang simpel serta apa yang ada.

Beliau tetaplah juga akan jadi pribadi yang rendah hati, tetaplah juga akan rajin berpuasa setiap hari seperti yang sudah dijalaninya sepanjang bertahun-tahun serta dzikir panjang berjam-jam selama malam, lanjut Yenny.

Selanjutnya, Yenny melukiskan sosok ibu tercintanya itu jadi pribadi yang kuat. Menurutnya Yenny selalu melanjutkan harapan Gus Dur untuk membuat perdamaian serta toleransi di Indonesia.

Sampai kini Ibu memanglah selalu berjuang melanjutkan harapan Ayah (Gus Dur) supaya terwujud perdamaian serta toleransi dinegara ini.

Perjuangan Ibu bukannya tanpa ada tantangan. Sering beliau terima hinaan, bahkan juga perlawanan oleh grup intoleran. Tetapi semangat Ibu tidak goyah. Meskipun fisiknya lemah, mental Ibu sekuat baja, " terangnya.

Seirama dengan Yenny, putri sulung Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau umum disapa Alissa Wahid juga terasa bangga ibunya dapat masuk daftar orang paling punya pengaruh didunia. Menurut Alissa, Sinta tidak mengenal lelah untuk megedepankan nilai keberagaman di Indonesia.

Ya terang begitu bangga ya, karna memanglah sampai kini ibu perjuangannya tidak kenal capek, tidak kenal letih serta saat ini memperoleh penghargaan begini, yang pasti sebanding dengan yang beliau perjuangkan.

Menurut Alissa bunda tercintanya tidak cuma memperjuangkan keberagaman, tapi juga keadilan, sering menolong warga yang tertindas.

Apakah itu konteks keberagaman wanita yang ditindas atau rakyat kecil yang ditindas, Dimana ada ketidakadilan ibu juga akan membela serta mengayomi. Tapi dalam konteks keberagaman ibu pasti tidak terlepas dari warisan yang sampai kini ditingglkan oleh ayah Gus Dur, Alisa menambahkan.

''Terlebih mulai sejak Ayah meninggal dunia, grup mana pun saat tengah ditindas tengah alami ketidakadilan banyak yang mencari Ibu, paling tidak memperoleh penguatan, itu suatu hal yang telah dikerjakan ibu telah lama sekali, apalagi sejak ayah meninggal dunia, " papar Alissa.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.