Setya Novanto Sudah Pasti Jadi Tersangka Kasus E-KTP


KoranHarian.Net, Nama Setya Novanto besar akibat kasus Papa Minta Saham, sesuatu yang sama sekali tidak terpuji. Meski nama baiknya ‘dipulihkan’ oleh MKD, jelas orang ini bermasalah. Namanya juga sudah berkali-kali disebut dalam pusaran kasus E-KTP, termasuk dalam persidangan.

Akhirnya KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus E-KTP. Novanto disebut turut serta terlibat bersama enam orang lainnya, termasuk dua terdakwa, melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan e-KTP.

“KPK menetapkan saudara SN anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo.

“SN melalui AA diduga memiliki peran mengatur perencanaan dan pembahasan anggaran DPR, dan pengadaan barang dan jasa,” ujar Agus

Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

E-KTP Dan Korupsi

“Telah terjadi kerja sama yang erat dan sadar yang dilakukan para terdakwa dengan Setya Novanto, Diah Anggraini, Drajat Wisnu, Isnu Edhi, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong,” kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor

Jaksa berpendapat pertemuan tersebut sarat kepentingan. Andi dalam satu pertemuan mengemukakan pendapatnya untuk mengerjakan proyek e-KTP. Pertemuan salah satunya digelar di Gran Melia, Jakarta.

“Kerja sama tersebut menunjukkan adanya kesatuan kehendak dan kesatuan perbuatan fisik yang saling melengkapi satu sama lain dalam mewujudkan delik,” tutur jaksa.

Saat proyek E-KTP dimulai, Setya Novanto merupakan Ketua Fraksi Golkar di DPR. Nah, kalau ada proyek besar yang dikorupsi, pasti partai koalisi pemerintah mendapatkan ‘jatah’. Besar lho nilai proyek E-KTP. Tapi Novanto dengan jurus seribu ngeles mengaku tidak tahu.

Novanto membantah anggapan mengetahui dan terlibat dalam masalah yang ada dalam proyek e-KTP. Ini kan super koplak, ketua Fraksi tapi tidak tahu soal proyek yang sangat besar. Kalau tidak tahu berarti dirinya tidak bekerja, kalau tahu berarti sudah berbohong dalam persidangan.

“Mengikuti laporan Komisi II DPR? Tahu tentang e-KTP?” tanya ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar.

“Tidak pernah, tidak pernah tahu, tidak mengetahui,” jawab Novanto.

“Ada hiruk-pikuk e-KTP karena ada pembagian uang dan sebagainya. Anda bagian dari orang yang kenal dari proyek ini? Sama sekali tidak pernah terima atau terkait uang proyek e-KTP?” tanya hakim Jhon lagi.

“Tidak ada,” jawab Novanto.

Sebentar lagi ditanya apa mata uang Indonesia juga bakal dijawab tidak tahu. Saat ada proyek semuanya sok tahu dan ingin ‘terlibat’ dan mendapat jatah. Eh setelah kena kasus langsung amnesia kuadrat, tidak ada lagi yang diingat.

Setya Novanto juga diduga mencoba untuk menghilangkan barang bukti. Novanto memerintahkan Diah Anggraini agar menyampaikan pesan kepada Irman, agar mengaku tidak mengenal Novanto saat ditanya oleh penyidik KPK.

Dari kasus Papa Minta Saham saja terlihat bahwa orang ini tidak memiliki tabiat yang baik. Mencatut nama Presiden itu membutuhkan ketidakmaluan yang besar, apalagi kalau cuman korupsi. Ya langsung diembat, kalau ketahuan ya sembunyi saja.

Namun apa daya, pemerintah sekarang tidak main-main. Kalau pemerintahan SBY sering kongsi-kongsi proyek, sekarang pemerintahan Jokowi yang membereskan masalah yang sudah timbul.

Jelas sudah bahwa Pansus hak Angket KPK sangat ingin KPK dibubarkan karena kasus E-KTP ini. Dijamin sangat banyak anggota DPR yang terliyak anggbat skandal korupsi E-KTP. Proyek sebesar ini pasti diketahui semua anggota DPR, kalau mengaku tidak tahu sudah jelas berbohong apalagi kalau ketua Fraksi.

Akhirnya semakin banyak pihak yang dibidik oleh KPK. Kita sudah menderita menunggu datangnya E-KTP yang memerlukan 6 bulan dan bahkan tidak berbeda dengan KTP biasa. Coba tebak, apa beda manfaat KTP dengan E-KTP? Tidak ada sama sekali, ada chip tapi tidak berguna. Mau gesek apa E-KTP? Garuk punggung?

Serangan Pansus Hak Angket KPK pasti akan semakin gencar. Toh semakin banyak anggota DPR yang ditangkap. Tidak perlu heran kalau besok akan ada yang teriak dizolimi dan mengaku tidak terlibat korupsi.

Kita harus terus mendukung KPK, jangan sampai tikus berdasi bisa enak-enakan sedangkan kita sendiri merasakan proyek mangkrak. KPK maju terus, jangan takut dengan politisi, rakyat dibelakangmu!!!

Sumber : Seword.com

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.