Saksi Mata Ungkap Kengerian Kebakaran London


Koranharian.Net - Kebakaran besar terjadi di Grenfell Tower, kompleks Lancaster West Estate di Kensington, London, Rabu (14/6) dini hari. Insiden itu menyebabkan 30 orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit, sementara pihak pemadam kebakaran menyebut masih ada penghuni yang terjebak dalam gedung setinggi 27 lantai tersebut.

Api disinyalir mulai merembet di gedung apartemen berusia 43 tahun itu pada pukul 01.00 dini hari dan dengan cepat menyebar ke seluruh bangunan.

Pemadam Kebakaran London menyebut api membakar mulai lantai 2 hingga ke tingkat teratas dan menimbulkan asap hitam pekat di ibu kota Inggris tersebut.

Saksi mata mengungkapkan kengerian peristiwa kebakaran tersebut. 

Mereka menyebut serpihan-serpihan tembok gedung terlihat berjatuhan dari bangunan yang berdiri pada tahun 1970an itu.

“Saya mendengar teriakan di mana-mana,” kata salah satu saksi mata bernama Daniel kepada BBC Radio London, dikutip AFP.

“Mereka terjebak, tidak bisa turun tangga ke bawah, terlebih mereka yang tinggal di lantai atas. Orang-orang terbakar,” tambahnya. 

“Saya melihat dengan mata saya sendiri. Saya lihat orang terjun.”

Saksi mata lain bernama Jody Martin menyebut dia berjuang turun hingga ke lantai dua, kemudian terjebak karena asap sangat tebal.

“Saya melihat banyak yang pingsan di lantai dua, ada wanita yang memegang bayinya ke luar jendela agar tak terkena asap,” ujar Jody. 

“Saya berteriak agar mereka semua turun dan keluar dari apartemen tapi mereka bilang tidak bisa karena asap sangat tebal di koridor dan tangga darurat.”

Sebanyak 200 petugas dan 40 mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi guna menangani insiden tersebut. Namun api sudah menyelubungi seluruh gedung. 

Sementara suasana di sekitar apartemen berubah kacau balau karena keluarga dan teman penghuni berusaha menerobos garis polisi dan mencari famili mereka. Polisi pun meminta mereka tenang dan mengarahkan mereka ke restoran terdekat, dimana penghuni yang berhasil dievakuasi mendapatkan perawatan dari petugas medis.

“Api diketahui membakar lantai dua hingga lantai 27. Terdapat sekitar 120 unit apartemen di Grenfell Tower,” ujar pemadam kebakaran, yang sudah berhasil melakukan evakuasi hingga lantai 11.

Sementara, Layanan Ambulans London menyebutkan 30 korban terluka dilarikan ke 5 rumah sakit. 

Stuart Crichton, Asisten Direktur Operasi Layanan Ambulans London menyebut mereka menerjunkan 20 ambulans ke lokasi. 

“Prioritas kami adalah memberi perawatan pertama pada mereka yang terluka sebelum mengirimkan mereka ke rumah sakit,” ujar Crichton.

Di sisi lain, polisi mengevakuasi gedung apartemen yang berdekatan dengan Grenfell Tower karena dikhawatirkan bangunan tersebut ambruk. Selain itu, mereka juga menutup jalan raya A40 dan beberapa stasiun kereta bawah tanah di London barat.

Aktor dan penulis Tim Downie, yang tinggal di dekat lokasi insiden, mengatakan kondisi sangat mengerikan. 

“Seluruh gedung tertutup api. Hanya tinggal hitungan waktu sebelum gedung itu ambruk,” kata dia. 

Grenfell Tower merupakan salah satu apartemen tua di kawasan Kensington yang dibangun pada 1974 lewat proyek Lancaster West Estate. 

Baru-baru ini, pengelola melakukan perbaikan besar-besaran, termasuk sistem pemanas dan saluran air panas baru. Begitu juga dengan renovasi fasad gedung.  

Sebelumnya, penghuni lokal telah memperingatkan pengelola akan risiko terjadinya kebakaran akibat berangkal dan puing-puing yang terus menumpuk di area apartemen.

“Ini menjadi kekhawatiran publik karena hanya ada satu pintu masuk dan keluar dari Grenfell Tower selama masa renovasi,” tulis sebuah blog dari Grenfell Action Group.

“Potensi kebakaran di area komunal bisa mematikan karena penghuni akan terjebak dalam gedung tanpa jalan keluar.”

Sumber : CNN Indonesia

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.