Prangko Ahok Ada Di Australia dan Belgia, Luar Biasa !

99 Situs BandarQ Online Terpercaya Indonesia

KoranHarian.Net, Setelah resmi mengajukan pembatalan banding, kasus Ahok berstatus inkrah. Artinya, mantan gubernur DKI fenomenal ini akan meneruskan menjalani hari-hari di dalam dinginnya penjara. Kesempatan emas buatnya untuk mengistirahatkan diri dari ‘ganasnya’ intrik politik. Pihak keluarga harus merelakannya untuk berpisah sementara waktu, menjalani vonis hukum yang telah diputuskan sang hakim.

Ahok dijatuhi hukuman setelah dinyatakan bersalah sebagai penista agama. Sebuah keputusan yang mengundang kontroversi, hingga memunculkan reaksi dari berbagai penjuru daerah dan menuai simpatik dari beberapa negara dan lembaga internasional. Ahok dipenjara, tapi Ahok telah tercitra menjadi fenomena dan melejitkan namanya sebagai tokoh pejuang pluralis, pahlawan kebhinekaan, dan seorang politikus yang konsisten melawan para koruptor.

Ahok dibui. tapi, sebagai figur pemimpin yang dicintai, ia telah meninggalkan jejak di hati para pendukungnya. Ia tak bisa seketika mati walau telah divonis bersalah. Hal-hal lumrah hingga tindakan ‘gila’ dilakukan para penggemarnya demi mengekspresikan rasa haru, gejolak bathin hingga protes dilakukan berbagai cara, mulai dari karangan bunga, menyalakan seribu lilin, surat dukungan, hingga mencantumkan fotonya dalam kartu tempel prangko.

Diabadikan pada Prangko


Akhir bulan lalu, media dihebohkan dengan beredarnya prangko bergambar Ahok. Setidaknya, ada dua prangko Ahok dengan jas warna hitam dan satu foto lainnya menampilkan gaya kedua tangannya dimasukkan ke saku celana. Banyak yang merespon prangko tersebut, bahkan berupaya berburu prangko dengan edisi gambar wajah suami Veronica. (tribunnews.com, 22/05/2017)

Tampaknya pesona Ahok tak kunjung redup dan tak pernah mati, ia tumbuh seiring dengan menguatnya kesadaran orang-orang tentang nilai-nilai kemanusiaan yang tak mengenal agama, tak membedakan ras dan tak terhalang batas teritori negara.

Lalu muncul pertanyaan, benarkah Pos Indonesia mencetak khusus prangko bergambar wajah Ahok? Atau ini ada kaitan dengan prangko Prisma, model prangko yang bisa dirancang dan dipesan siapa saja dengan gambar wajah siapa saja. Prisma dapat dipergunakan untuk pengiriman surat dengan desain yang unik, berbeda dan menjadi sangat pribadi, sebagaimana dikutip dari situs resmi Pos Indonesia, posindonesia.co.id.

Prisma merupakan singkatan dari Prangko Identitas Milik anda, meniru perangko yang diperkenalkan pertama kali oleh Australia Post dengan Australia 99 yang merupakan pameran filateli pertama sedunia dan diadakan di Melbourne Australia pada tanggal 19-24 1999. Prisma merupakan Personalized Stamp, Pos Indonesia memulainya pada 9 Oktober 1999. Prisma lahir berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor: 81/dirjen/2000 Tentang Tentang Ketentuan Penerbitan Prangko dan Benda Filateli, yang dimaksud dengan prangko PRISMA. 

Prisma adalah prangko asil dan resmi yang menampilkan wajah, gambar pemandangan, atau identitas lain seperti logo, slogan, merek dan lain-lain sesuai permintaan.

Prangko Ahok di Belgia


Seperti halnya aksi dukungan seribu lilin, Prangko Ahok juga ditemukan beredar di luar negeri, tepatnya di Australia dan Belgia. Di Australia, prangko Ahok dipopulerkan oleh Soraya Haque pada akun media sosialnya, dengan menyertakan keterangan: “Pemerintah Australia mengeluarkan perangko Ahok… ‘Respek, Honour, and Loyality’… kepada kebenaran, kejujuran, dan integritas… HORMAT untuk anda pak, kelak anak cucu harus tahu bahwa adapejabat hebat seperti anda.” 

Seorang atau beberapa orang atau mungkin kelompok juga telah berhasil menempatkan gambar Ahok dalam lembaran kartu prangko di Belgia.

Prangko bertuliskan ‘Ahok Mr Governor’ itu menyebar melalui pesan-pesan singkat masyarakat Indonesia yang tinggal di Belgia. Seorang yang terkonfirmasi bernama Agnes, telah melihat prangko itu secara langsung di sebuah pameran lokal. Sebuah prangko yang dikeluarkan oleh bpost, sebuah operator pos terkemuka di Belgia yang juga menyediakan pelayanan universal. Dari gambar yang menjadi viral tersebut, terlihat logo bpost berada di prangko itu. (www.harnas.com,/05/06/2017)

Mengenai prangko Ahok yang beredar di luar negeri, seorang filateli Berty Sinaulan dalam akun kompasiana, membuat ulasan dan menyimpulkan bahwa prangko Ahok yang diterbitkan Pos Belgia memang prangko asli.

Ada dua kemungkinan menurut Berty, pertama, pihak Pos Belgia sendiri yang menghubungi dan meminta untuk menampilkan wajah Ahok. Hal ini cukup masuk akal, karena biar bagaimana pun harus diakui bahwa Ahok sekarang sudah “meng-internasional”. Kedua, kemungkinan lainnya ada pendukung Ahok, kemungkinan yang bermukim di Belgia, memesan prangko dengan gambar Ahok dan mencetaknya di Pos Belgia. 

Prangko Ahok telah menunjukkan kepada dunia bahwa kebaikan dan kebenaran tak akan pernah mati, oleh tekanan kelompok tertentu atau jeruji penjara sekalipun. Ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak bangsa ini. Cukuplah luka bangsa terkoyak oleh tragedi Pilkada, bangsa ini harus bangkit demi menatap masa depan yang lebih baik, masa depan dimana semua orang diberi tempat dan penghargaan setara.

No comments

Powered by Blogger.