Ingin Menguji Keseriusan Indonesia Terhadap Ilegal Fishing, KPP tenggelamkan 81 Kapal Ilegal di 12 Lokasi

Ingin Menguji Keseriusan Indonesia Terhadap Ilegal Fishing, KPP tenggelamkan 81 Kapal Ilegal di 12 Lokasi

Ingin Menguji Keseriusan Indonesia Terhadap Ilegal Fishing, KPP tenggelamkan 81 Kapal Ilegal di 12 Lokasi


KoranHarian.NetKementrian Kelautan dan juga Perikanan (KKP) baru ini kembali menenggelamkan sebanyak 81 kapal perikanan yang telah tertangkap karna melakukan ilegal fishing di perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

Sebanyak 81 kapal yang telah ditenggelamkan, 46 kapal yang diketahui berbendera Vietnam, 11 kapal Malaysia, 6 kapal Indonesia, dan 18 kapal Filipina.

Dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengatakan ada sebanyak 46 kapal yang telah diputuskan secara Inkrahct (berdasarkan dari putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap) dan untuk 35 lainnya telah ditetapkan berdasarkan penetapan dari pengadilan. Kapal yang telah ditenggelamkan ini yang memperkerjakan Anak Buah Kapal (ABK) yang berasal dari berbagai negara seperti Myanmar, Vietnam, Laos, Thailand, Filipina, Cina dan juga Indonesia.

''Kita adalah (KPP) yang dibantu oleh Tentara Republik Indonesia (TNI) dan juga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama-sama melakukan penenggelaman masing-masing di dua belas lokasi yaitu, Aceh, Belawan, Tarakan, Pontianak, Bali, Sorong, Merauke, Terempa, Natuna, Bitung, Ternate dan juga Ambon,'' kata Susi melalui dari nketerangan yang tertulis, Jakrta, Sabtu (1/4/2017).

Sementara satu kapal lainnya, yakni SINO 36 (268 GT, berbendera Indonesia),yang berdasarkan hasil putusan yang sudah inkracht dirampas untuk negara, Dan Pemerintah juga akan menjadikan kapal tersebut sebagai monumen yang telah menggambarkan usaha Indonesia dalam pemberantasan Ilegal, Unreported, Unregulated Fishing (IUUF).

Menteri Susi yang sebagai Komandan Satgas 115 hadir dan ia yang langsung memimpin penenggelaman dari Pantai Morela Ambon. Dan di beberapa titik lokasi seperti di Aceh, Bali, Sorong, Pontianak, dan juga Merauke, Menteri Susi yang telah memberikan komando melalui video conference. Adapun juga di Belawan, Natuna, Terempa, Tarakan, Bitung dan juga Ternate, dan komando diberikan oleh Menteri Susi melalui Live Streaming.

 Dan Penenggelaman itu dilakukan secara berurutan yang dimulai dari pukul 10.00 WIB atau 11.00 WITA atau 12.00 WIT sesuai dengan urutan yang sudah ditentukan. Dan adapun kapal yang ditenggelamkan menggunakan bahan peledak.

''Tapi tentunya kita sudah perhitungkan matang-matang agar peledakan ini tidak menggangu lingkungan hidup, kawasannya konservasi laut, dan juga keamanan navigasi laut kita,'' ujar Menteri Susi.

Menteri Susi juga mengatakan, sebelum ditenggelamkannya KKP juga telah memberikan notifikasi kepada Negara-Negara yang telah terkait yang kapalnya sudah mencuri ikan kita. Kita akan perlihatkan bahwa kita ini serius. Kita tenggelamkan agar mereka tentu nya bisa jera dan tidak mencuri ikan kita lagi,'' tandasnya.


No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.