Kini Kakek Tua Mohon Ampun Agar Kasusnya Dicabut, Usai Sebar Sayembara Rp 1 M Untuk Habisi Ahok


Kini Kakek Tua Mohon Ampun Agar Kasusnya Dicabut, Usai Sebar Sayembara Rp 1 M Untuk Habisi Ahok


Kini Kakek Tua Mohon Ampun Agar Kasusnya Dicabut, Usai Sebar Sayembara Rp 1 M Untuk Habisi Ahok


Sayembara di tengah kunjungan Cagub petahana Basuki T Purnama (Ahok) di Rawabelong, Jakarta barat dan telah tersebar luas di masyarakat.  Pria yang berumur 60 tahun ini berlagak sok hebat dengan mengontarakan bawa kepala Ahok dan kita akan bayar satu milyar. Hebatnya kakek tua ini juga menyebutkan etnis SARA dan sebagainya di depan para petugas.

Kakek tua ini sengaja melakukan hal tersebut agar dapat memancing orang lain untu melakukan kekerasan. Kakek tersebut diiming-imingi seseorang dengan pidato di depan umum, untuk memancing seseorang untuk berbuat kejahatan, dan membawa kepala Ahok. Bukan hanya itu saja, dari info dan video yang beredar ada konteks pelanggaran RAS di situ karena menyebutkan semua orang China. Dalam UU No  40 Tahun 2008, di situ peran serta masyarakat terhadap penghapusan diskriminasi Ras dan etnis, kata Khaeruddin.

Dari perkataan pria tersebut dapat memecah belah persatuan berbangsa dan negara. Perkataan pria yang emosional itu sudah menyimpang dari norma agama dan hukum. Pihak kepolisian pun sudah melakukan proses hukum terhadap tersangka. Namun tersangka meminta damai, dan minta maaf dan mohon agar kasusnya ini dicabut karena kondisinya yang tua. Namun polisi tetap mengusut kasus ini dan tidak bisa dihentikan.

Ungkapan dari Rozy, jika saya sebagai kepala negara, ini yang lebih dulu saya proses, inilah racun dunia, ini yang merusak kesatuan bangsa. Biarpun dia seagama dengan saya, tapi perilakunya menyimpang dari hukm hukum agama dan norma berbangsa dan bernegara saya setuju ini dulu yang dihukum.

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.