Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Blak-blakan Tentang FPI !!

Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Blak-blakan Tentang FPI !!

Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Blak-blakan Tentang FPI !!


Erwin Arnada, Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy menceritakan pengalamannya dengan organisasi FPI. Di akun Twitternya @erinarnada ia pun menceritakan fakta mengenai proses persidangannya.

Erwin membeberkan tentang adanya deal dengan FPI yang bertujuan tidak melakukan banding lagi ke tingkat pengadilan tinggi. Namun akhirnya FPI melanggar perjanjian tersebut dengan berbagai alasan.

FPI juga sering berkelakukan jauh dari apa yang seharusnya di lakukan oleh umat islam. mereka adalah ormas pengacau, mengucapkan Allahu Akbar hanya demi uang semata.

Kejadian ini bermula ketika Erwin menang di sidang PN Jakarta Selatan April 2007, Pihak FPI yang tau mereka akan kalah langsung mengambil tindakan dengan memakai lima panglima ormas FPI dengan baik-baikin dengan Erwin dan menyusul ke Bali dimana Erwin Berada.

Sesampainya disana 3 anggota FPI pun membuat deal dengan Erwin dan berjanji tidak akan melakukan naik banding lagi ke pengadilan tinggi dengan 2 syarat. Syaratnya adalah di undang ke bali dan dibayarin naik haji.
Erwin yang tidak ingin banyak masalahpun mencoba mengikuti kemauan dari pihak FPI. Namun yang di berikan jatah naik haji cuma 2 orang dari 5 anggota FPI dan 3 anggota lainnya berkunjung di bali karena kantor playboy pindah ke bali.

Asisten Erwin pun di suruh untuk menemani 3 anggota FPI yang berada di bali. Di bali mereka pun mengajak asisten Erwin ke bacio dan double six untuk minum dan tanpa malu-malu lagi. Disini mulailah nampak kemunafikan anggota FPI tersebut.

Selain pergi jalan, anggota FPI tersebut juga munta duit akomodasi 3 hari di bali. Ketika berada di Huu Bar mereka meminta disediain wanita Bule, Erwin pun berteriak bahwa dia bukan pimp !! dan bule yang ke bali bukan pelacur, jadi jangan sembarangan.

Setelah kejadian tersebut, 3 bulan kemudian Erwin pun terkejut bahwa pihak FPI sudah mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Padahal sebelumnya sudah terjadi kesepakatan bahwa tidak akan lagi di proses ke pengadilan tinggi.

Erwin pun protes ke lima anggota FPI tersebut, Namun jawaban dari mereka " naik banding itu keputusan pusat, bukan dari kami ", Akhirnya erwin pun kalah di kasai dan di jebloskan ke LP Cipinang selama 8.5 bulan.

Tidak lama kemudian salah satu dari 5 panglima anggota FPI tersebut meminta maaf dan mengaku sudah tidak aktif di ormas tersebut karena ingat anak istrinya.

Erwin di laporkan Habib Rizieq pada tahun 2006 karena perusahaannya menyebarkan pornografi sehingga melanggar KUHP dan UUD Pers 1990.


No comments

Powered by Blogger.